Kuliner Jogja Gudeg yang Paling Populer

Sejak berpuluh tahun lalu,, makanan Gudeg sudah merupakan kuliner Jogja paling populer. Hampir setiap sudut kota menyajikan masakan berbahan baku nangka muda ini. Gudeg kering pun merupakan salah satu oleh-oleh yang paling banyak dicari.

Kisaran Harga
Rp 7.000 – Rp 35.000 (Gudeg)
Rp 50.000 – Rp 150.000 (Gudeg kering)

jika New York di sebut “Big Apple” dan Jakarta sebagai “Big Durian”, maka Jogja mungkin bisa disebut “Big Jackfruit” (Nangka Raksasa) sebab kuliner gudegnya yang begitu populer. Masakan lezat berbahan baku nangka muda ini seolah merupakan makanan wajib bagi siapa saja yang sedang berkunjung ke surga wisata di Pulau Jawa ini. Gori (nangka muda) yang bergetah dibersihkan sedemikian rupa lalu dimasak kedalam kuah santan dengan bumbu dan rempah-rempah selama berjam-jam. Sesudah matang, gori merupakan empuk dan agak manis. Gudeg biasanya disajikan bersama sambal goreng krecek ( kulit sapi ) pedaas, telur pindang, tahu $ tempe bacem, juga ayam opor atau ayam bacem. Sebagai sentuhan akhir, gudeg disiram areh gurih yang memberikan cita rasa khas yang tidak ada duanya. Nyam-nyam…

Macam – Macam Gudeg….

GUDEG KERING, GUDEG BASAH, dan GUDEG MANGGAR

Mungkin bagi kebanyakan orang, gudeg adalah gudeg. tetapi sebenarnya ada 3 jenis gudeg yang berbeda: gudeg basah, gudeg kering, & gudeg manggar. Gudeg basah di sajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi. Gudeg jenis ini bisa didapatkan di sepanjang Jalan Kaliurang kawasan Barek, Gudeg Batas Kota (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) atau mbok-mbok penjual gudeg di pasar-pasar tradisional.

Gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama sampai kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini bisa tahan sampai 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es sesampai banyak diburu orang sebagai oleh-oleh. Biasanya penjual mengemasnya dalam kardus, besek (kardus mulai anyaman bambu) atau kendil tanah liat. Tidak perlu bingung kemana harus mencari sebab sebagian besar warung gudeg seperti Gudeg @Yu-Narni (+62 274 867231; Jl. Palagan Tentara Pelajar 102), Gudeg Yu Djum (+62 274 515968; Jl. Kaliurang Km 4,5 Karang asem CT III/22), Gudeg BuAhmad (+62 274 520049; Jl. Kaliurang km 4,5), Gudeg Bu-Tjitro 1925 (+62 274 564734; Jl. Janti 330), & penjual gudeg di daerah Wijilan banyak menjual oleh-oleh istimewa ini.

Selain gudeg nangka muda, Jogja juga memiliki gudeg lainnya yaitu gudeg manggar. Manggar adalah bunga kelapa menghasilkan sensasi kelezatan tersendiri pada sajian kuliner ini. Bunganya terasa crunchy dan tangkainya sekilas rasanya mirip jamur tiram. Semakin terbatasnya persediaan manggar menyebabkan kuliner ini semakin susah didapatkan. Beberapa penjual terpaksa menutup warung dan cuma melayani pemesanan saja. cuma beberapa tempat yang masih bertahan seperti beberapa kawasan di daerah Bantul.

SENTRA GUDEG WIJILAN dan BAREK

Makanan Gudeg bisa didapatkan di hampir setiap sudut kota Jogja. tetapi kawasan Wijilan dan Barek lah yang paling kondang sebagai sentra gudeg. Wijilan berada tidak jauh mulai kompleks Kraton Yogyakarta dan bisa dicapai dengan 10 menit berjalan kaki atau bisa dengan naik becak. Diawali oleh Bu Slamet yang mulai berjualan semenjak tahun 1946, kini sekitar 17 warung berderet memenuhi sisi Jl. Wijilan. kamu bisa memilih gudeg sesuai dengan selera. Gudeg Yu Djum (Jl. Wijilan 31) misalnya, menyajikan gudeg kering dengan rasa manis khas masakan Jogja. Kreceknya diiris kecil kemudian dimasak merupakan sambal goreng kering berwarna kekuningan. Jika menginginkan gudeg yang tidak terlalu manis, kamu bisa datang ke Gudeg Bu Slamet (+62 274 380429; Jl. Wijilan 17). Rata-rata warung gudeg di Wijilan buka mulai jam 5.30 pagi sampai jam 8 malam, kecuali Gudeg Bu Tarto (Jl. Wijilan 15) yang buka 24 jam.

jika kamu kebetulan sedang berada di belahan utara Yogyakarta, cobalah datang ke Barek. Mulai subuh, penjual gudeg berjejer di pinggir jalan di sebelah utara kawasan Universitas UGM. Ketika pagi mulai menjelang dan pedagang-pedagang ini mengemasi dagangannya, masih ada warung gudeg Bu Ahmad (+62 274 520049; Jl. Kaliurang km 4,5) yang kondang sampai kalangan artis dan pejabat, Yu Djum (+62 274 515968; Jl. Kaliurang Km 4,5 Karang asem CT III/22), Yu Narni (+62 274 589687; Jl. Kaliurang km 4,5 Karang asem CT III/19), dan Bu Tini yang buka sampai malam. Warung-warung ini juga memberikan kesempatan bagi kamu yang ingin melihat secara langsung cara memasak gudeg.

DINI HARI sampai TENGAH MALAM

Jogja adalah kota yang tak pernah tidur. Salah satu nafas yang terus membuatnya terjaga adalah salah satunya makanan gudeg. Penjualnya silih berganti menggelar dagangan mulai dini hari sampai tengah malam. Kala fajar tiba dan matahari belum keluar mulai cakrawala, Wijilan dan Barek sudah mulai menggeliat dengan aktivitas warga mencari gudeg untuk menu sarapan mereka. Para penjual di sentra gudeg ini selalu setia setia melayani pelanggan sampai jam 8 atau 9 malam. kamu tiba-tiba ingin merasakan kelezatan gudeg saat tengah malam buta? Jangan takut, Gudeg Batas Kota (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) yang mulai buka pada jam 10 malam siap menggoda lidah kamu dengan rasa gudeg yang istimewa. Atau kamu bisa mencoba sensasi menikmati gudeg langsung di pawon (dapur) Gudeg Pawon (Jl. Janturan 36-38 Warungboto).

Be Sociable, Share!